Hai Vapers! Pernah nggak sih kamu merasakan gosong saat baru mengganti coil vape? Nah bisa jadi kamu melewati priming coil. Proses ini sering banget vapers lewatkan, padahal tahap ini cukup penting untuk menjaga kondisi coil agar kapas tidak cepat rusak.
Buat kamu yang masih belum paham priming coil, sebenarnya priming tidak sulit untuk dilakukan. Ada beberapa langkah yang perlu kamu perhatikan sebelum coil digunakan. Mau tahu apa aja? Yuk, simak pembahasannya pada artikel berikut!
Apa Itu Priming Coil?
Priming coil adalah prose membasahi kapas (wick) pada coil dengan liquid sebelum digunakan. Tujuan priming adalah agar kapas dapat menyerap liquid secara merata.
Nah, kapas yang masih kering tidak boleh terkena panas. Jika itu terjadi, kapas bisa terbakar dan menimbulkan burn taste. Itulah kenapa priming coil sangat perlu kamu lakukan, terutama ketika kamu mau memasang coil baru.
Keuntungan Melakukan Priming Coil
Melakukan priming coil mempunyai beberapa keuntungan diantaranya:
1. Mencegah Burn Taste
Keuntungan utama melakukan priming coil adalah membantu mencegah terjadinya burn taste atau rasa gosong. Kondisi ini terjadi ketika kapas yang belum terbasahi liquid terkena panas dari coil.
Dengan kamu membasahi kapas terlebih dahulu, liquid dapat terserap oleh kapas sebelum pemanasan terjadi. Jadi, risiko kapas terbakar bisa kamu minimalisir.
2. Memperpanjang Umur Coil
Coil baru yang langsung digunakan tanpa priming berisiko mengalami kerusakan pada kapas. Jika kapas sudah terbakar, rasa gosong akan tetap muncul meskipun liquid sudah ditambahkan. Dengan kamu melakukan priming coil, setidaknya kamu bisa menjaga umur pakai coil agar tidak cepat rusak.
3. Menjaga Kualitas Rasa Liquid
Priming coil juga dapat membantu menjaga kualitas rasa liquid. Kapas yang menyerap liquid dengan sempurna juga akan menghasilkan rasa liquid yang nikmat. Dengan priming yang benar, kamu tetap bisa menjaga rasa liquid kamu agar tetap nyaman saat vaping.
4. Menjaga Performa Coil
Priming juga membantu untuk memastikan kapas menyerap liquid dengan baik ketika coil mulai dipanaskan. Jika proses penyerapan berlangsung baik, coil dapat bekerja lebih stabil selama kamu gunakan.
Baca Juga: Apa Itu Coiling Vape dan Bagaimana Caranya?
Dampak Melewatkan Priming Coil
Lalu, apa dampaknya jika melewatkan priming coil? Jika kamu melewatkan priming coil, kapas yang ada pada coil akan terbakar atau gosong terkena panas jika kondisinya masih kering. Saat nge-puff, kamu akan merasakan burn taste. Kondisi ini juga dapat memicu dry hit.
Selain mempengaruhi kenyamanan saat vaping, kapas yang terbakar juga akan kehilangan kemampuan menyerap liquid secara optimal. Kondisi ini dapat membuat rasa liquid berubah menjadi pahit atau kurang enak.
Jika sudah terjadi kerusakan, menambahkan liquid saja tidak akan cukup untuk mengembalikan kondisi kapas. Coil biasanya perlu kamu ganti baru.
Cara Priming Coil
Biar tidak salah saat melakukan priming coil, berikut cara priming coil yang benar:
1. Kenali Jenis Coil
Pertama, kamu perlu mengenali jenis coil yang ada pada device kamu. Ada tipe coil yang terpisah dari cartridge dan ada juga coil yang sudah tertanam di dalam cartridge.
Keduanya membutuhkan cara priming yang cukup berbeda. Untuk coil yang terpisah, kamu bisa membasahi kapas secara langsung atau melalui lubang kapas. Sementara itu, untuk coil bawaan cartridge, kamu cukup mengisi liquid ke dalam cartridge.
2. Teteskan Liquid ke Kapas
Selanjutnya, jika kamu menggunakan coil yang terpisah dari cartridge, cukup teteskan liquid secara perlahan pada bagian kapas. Kamu harus meneteskannya sampai kapas terlihat basah. Pastikan juga liquid terserap dengan baik, tetapi jangan sampai berlebihan.
3. Diamkan Selama Beberapa Menit
Tahap ini cukup sering vapers lewati, padahal ini tahap yang paling penting. Setelah coil sudah terpasang dan cartridge telah terisi oleh liquid, diamkan device dalam keadaan tegak selama 3-5 menit.
Cara ini membantu agar liquid bisa terserap kapas dengan maksimal, sehingga tidak akan menimbulkan burn taste.
4. Gunakan dengan Watt Rendah
Jika kamu menggunakan device yang punya watt rendah, maka dari itu, mulailah dari watt yang rendah. Gunakan beberapa tarikan pendek terlebih dahulu. Setelah itu, kamu bisa menyesuaikan watt secara bertahap sesuai dengan spesifikasi device kamu.
Kesalahan Priming Coil yang Harus Dihindari
Meskipun terlihat sederhana, ada beberapa kesalahan yang masih sering vapers lakukan ketika melakukan priming. Agar coil tidak cepat rusak, hindari beberapa hal berikut:
1. Langsung Menggunakan Coil Setelah Mengisi Liquid
Kesalahan pertama adalah kamu langsung menggunakan coil atau ngepuff setelah device baru saja terisi liquid. Artinya tidak ada waktu bagi kapas untuk menyerap liquid. Padahal, bisa saja bagian yang ada di dalam kapas mungkin masih kering meskipun bagian luarnya sudah terlihat basah.
Sebaiknya, tunggu beberapa menit sebelum menggunakan coil baru. Jangan terburu-buru hanya karena kamu sudah meneteskan liquid ke dalam cartridge.
2. Meneteskan Liquid Terlalu Banyak
Membasahi kapas memang penting, tetapi bukan berarti kamu harus meneteskan liquid terlalu banyak. Akibatnya, vape bisa mengeluarkan suara bergelembung, mengalami flooding, atau bahkan spitback. Sebaiknya, teteskan liquid secukupnya sampai kapas terlihat basah.
3. Menggunakan Watt Terlalu Tinggi
Menggunakan watt tinggi sejak tarikan pertama juga menjadi kesalahan yang perlu kamu hindari. Panas berlebihan bisa membuat kapas lebih cepat rusak, terutama jika liquid belum terserap secara merata. Pastikan kamu selalu mengikuti rentang watt yang direkomendasikan pada coil.
4. Tetap Menggunakan Coil yang Sudah Terasa Gosong
Jika coil sudah menghasilkan rasa gosong akibat kapas yang terbakar, sebaiknya jangan menggunakannya lagi. Menambahkan liquid atau melakukan priming ulang tidak akan mengembalikan kapas yang sudah rusak.
Solusinya adalah mengganti coil atau cartridge dengan yang baru. Setelah itu, lakukan priming dengan benar sebelum mulai vaping.
Baca Juga: Ciri-Ciri Coil Harus Diganti: Kenali Sebelum Gosong!
Priming coil merupakan langkah yang sangat penting kamu lakukan sebelum vaping. Dengan melakukan priming yang benar, kamu bisa mengurangi risiko burnt taste, dry hit, dan coil gunk. Maka dari itu, jangan sampai melewatkan priming coil ya, vapers!
Terimakasih telah membaca artikel ini. Jangan lupa share dan terus ikuti artikel-artikel kami lainnya yang membahas seputar dunia vape!


