Kamu yang menggunakan RDA dan RTA pastinya tidak asing dengan istilah coiling vape. Proses ini berkaitan dengan pemasangan kawat coil pada atomizer supaya device kamu bisa menghasilkan uap saat digunakan.
Namun, merakit coil juga tidak bisa kamu lakukan sembarangan. Ada cara tertentu dalam pemasangan coil. Lalu, seperti apa cara memasang coil yang benar? Supaya tidak salah, kamu perlu mengetahuinya secara rinci melalui pembahasan berikut!
Apa Itu Coiling Vape?
Coiling berasal dari kata “coil” yang dalam bahasa Indonesia artinya lilitan atau kumparan. Coiling vape adalah proses melilitkan kawat pada atomizer yang mendukung sistem RDA dan RTA.
Saat device diaktifkan, arus listrik akan mulai memanaskan coil. Panas tersebut membantu menguapkan liquid yang terserap pada kapas. Nah, hasil coiling ini dapat mempengaruhi pemanasan, rasa liquid, dan produksi uap yang dihasilkan device kamu.
Alat Coiling Vape
Sebelum mulai merakit coil vape, ada beberapa alat yang kamu butuhkan. Berikut alat coiling vape yang perlu kamu persiapkan:
- Kawat Coil
- Coil jig atau obeng
- Tang dan pemotong kawat
- Pinset
- Kapas khusus vape
- Ohm meter
Berikut ini cara coiling vape yang benar agar hasilnya bagus.
Cara Coiling Vape yang Bagus
Biar tidak salah, berikut ini cara coiling vape yang bagus untuk vape kamu antara lain:
1. Siapkan Alat
Pertama, siapkan alat dan bahan di atas. Pastikan semua alat tersedia supaya proses coiling bisa cepat selesai.
Jangan lupa pilih jenis kawat yang sesuai dengan pengalaman vaping kamu. Ada beberapa jenis kawat yang bisa mletek. Kalau kamu suka, pilih coil yang mletek sesuai keinginanmu.
2. Persiapkan jumlah kawat
Setelah itu, tentukan jumlah dan jenis kawat yang akan kamu pakai. Jangan lupa, pemilihan kawat harus kamu sesuaikan dengan atomizer yang sedang kamu pakai.
Material dan ukuran kawat mempengaruhi nilai resistansi dan pemanasannya. Jika kamu bingung memilih coil mana yang tepat untuk device-mu, kamu bisa menanyakan rekomendasi coil langsung ke Vaporista di toko vape.
3. Bentuk Lilitan dengan Rapi
Gunakan coil jig agar hasil lilitan rapi. Masukkan kawat ke lubang paling bawah dari coil jig dan lilitkan satu kali di stick atas coil jig, kemudian tutup bagian atasnya sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan.
Hindari lilitan yang saling menumpuk atau bentuknya tidak sesuai dengan desain coil.
4. Gunting Bagian Kaki Coil
Langkah yang nggak kalah pentingnya adalah menggunting bagian kaki pada coil. Kamu cukup menggunting secukupnya saja. Setelah menarik keluar coil secara perlahan, guntinglah bagian bawah kaki coil sesuai kebutuhan kamu.
5. Masukkan Coil dan Kencangkan Baut
Pasang kedua kaki coil pada lubang post sesuai dengan desain deck atomizer. Atur posisi dan ketinggian coil, lalu tahan menggunakan jig atau obeng kecil supaya tidak geser.
Selanjutnya, kencangkan baut post secara bertahap hingga kedua kaki coil terpasang kuat. Pastikan posisi coil tetap simetris dan tidak miring setelah baut dikencangkan. Pemasangan yang tepat membantu menjaga sambungan listrik tetap stabil dan pemanasan coil jadi merata. .
6. Pasang kapas
Masukkan kapas ke dalam coil, jangan sampai terlalu padat. Kapas yang terlalu rapat dapat menghambat penyerapan liquid, sedangkan kapas yang terlalu longgar bisa membuat kontak dengan bagian dalam coil jadi kurang optimal.
Pastikan ujung kapas tersusun sesuai desain deck dan jalur liquid. Setelah selesai, basahi kapas dengan liquid dan ikuti petunjuk penggunaan atomizer sebelum mulai vaping.
7. Mulai Vaping
Setelah coiling selesai, pastikan coil terpasang dengan benar dan kapas sudah menyerap liquid. Ketika semua sudah selesai, kamu bisa menikmati waktu vaping-mu.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Coil Vape Mletek Terbaik
Tips Coiling Vape
Supaya proses perakitannya jadi lebih terkontrol, perhatikan beberapa tips coiling vape berikut ini:
- Pelajari spesifikasi atomizer: Setiap deck memiliki ruang dan sistem pemasangan yang berbeda.
- Gunakan alat yang sesuai: Tang, pemotong kawat, dan coil jig membantu proses perakitan jadi lebih rapi.
- Periksa setiap sambungan: Pastikan kaki coil terpasang kuat dan tidak ada kawat yang menonjol.
- Jangan abaikan nilai resistansi: Periksa hasil rakitan sebelum digunakan dan hentikan penggunaan jika korsleting.
- Utamakan keamanan baterai: Penghitungan arus dan pemahaman tentang baterai sangat penting. Kalau belum paham hukum Ohm dan kemampuan baterai, jangan merakit atau menggunakan coil.
- Ganti kapas secara berkala: Kapas yang kotor atau sudah rusak dapat mempengaruhi proses penyerapan liquid dan juga intensitas rasa.
Perlu kamu ingat, jangan melakukan pemanasan coil sembarangan untuk cek titik panas. Prosedur tersebut berisiko, terutama jika dilakukan tanpa pemahaman yang cukup tentang resistansi, baterai, dan karakter kawat.
Jadi gimana nih Vapers? Sudah tau caranya coiling vape yang benar? Kamu bisa ikuti langkah-langkah diatas dan kamu juga perlu memahami jenis kawat yang kamu gunakan. Jangan asal memasang coil tanpa ada pengetahuan mendalam tentang cara coiling vape.
Terimakasih telah membaca artikel diatas, jangan lupa share dan terus ikuti artikel-artikel kami lainnya yang akan membahas seputar dunia vape!
Kamu bisa lo menggunakan coil langsung dari pabrik atau disebut dengan prebuild coil. Baca detail Prebuild Coil: Jenis, Harga, dan Cara Memilih.


