Pernah nggak sih, pod vape kalian tiba-tiba menyala padahal sedang tidak menggunakannya? Nah, kondisi ini disebut auto-firing atau pod firing sendiri. Masalah ini bisa membuat liquid jadi terbuang sia-sia karena adanya pemanasan sampai perangkat atau device menjadi panas karena terus menerus menyala.
Gak mau rugi liquid terbuang sia-sia ‘kan? Nggak perlu bingung saat menghadapinya, yuk, kenali penyebab pod firing sendiri, cara mengatasinya, hingga risiko yang perlu kamu waspadai di artikel ini. Baca sampai habis, ya!
Penyebab Pod Firing Sendiri
Saat pod menyala sendiri, vapers bisa saja menduga penyebabnya adalah kerusakan pada device. Namun, pod firing sendiri tidak melulu karena adanya kerusakan, tetapi karena adanya kesalahan dari pengguna.
Nah, sebelum protes ke brand device terkait, kamu perlu memahami kemungkinan penyebabnya. Berikut ini beberapa penyebab pod firing sendiri antara lain:
1. Sensor Auto-Puff Mengalami Gangguan
Pod dengan fitur auto-puff bekerja dengan mendeteksi tarikan udara saat vapers menghisapnya. Namun, sensor bisa mengalami gangguan akibat kondensasi liquid, adanya kotoran, atau kerusakan komponen.
Jika sensor salah mendeteksi tarikan, device berpotensi aktif tanpa sengaja. Kamu perlu memeriksanya, terutama jika pod terus menghasilkan uap meskipun kamu sedang tidak menggunakannya.
2. Kebocoran Liquid
Kebocoran liquid (leaking) terjadi karena adanya liquid yang merembes ke bagian bawah pod atau area konektor, sehingga bisa mengganggu kinerja perangkat. Sisa liquid dan kondensasi yang menumpuk juga dapat mempengaruhi komponen sensor, lo.
Oleh karena itu, selalu perhatikan kondisi pod kamu. Jika menemukan kebocoran, segera hentikan penggunaan dan bersihkan bagian yang bisa dijangkau sesuai petunjuk.
3. Tertekan Tanpa Sengaja
Penyebab pod firing sendiri selanjutnya adalah adanya kesalahan saat penyimpanan. Pasti banyak diantara kamu yang memilih menyimpan pod di saku celana, tas, atau jaket supaya praktis dibawa ke mana saja.
Namun, tahukah kamu? Jika fitur pengunci belum aktif atau device masih menyala, tombol fire bisa saja tertekan tanpa sengaja saat kamu bergerak atau saat vape pod tertindih barang lain. Kondisi ini dapat membuat device terus firing meskipun tidak digunakan.
Untuk mencegah hal tersebut, pastikan kamu mengaktifkan fitur lock atau mematikan device sebelum menyimpannya. Selain mengurangi risiko pod firing sendiri, kebiasaan ini juga membantu menghemat daya baterai dan menjaga coil supaya tidak cepat rusak.
Di antara poin-poin di atas, mana yang menjadi alasan podmu menyala sendiri?
Tak perlu khawatir, permasalahan pod menyala tanpa keinginan kita bukan berarti ada kerusakan yang berujung harus membeli device baru. Baca poin selanjutnya untuk detail cara penangannya.
Cara Mengatasi
Kalau pod tiba-tiba aktif sendiri, jangan langsung panik, ya. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan sebagai cara mengatasi pod firing sendiri:
1. Hentikan Penggunaan Perangkat
Langkah pertama yang bisa kamu lakukan saat pod firing sendiri adalah matikan penggunaan pod. Jangan terus menghisap atau mencoba menyalakannya berulang kali untuk mengetahui apakah masalah tersebut sudah hilang.
2. Periksa Kondisi Pod
Setelah perangkat tidak aktif dan cukup dingin untuk diperiksa, lepaskan pod jika kamu bisa melepasnya. Cek apakah ada kebocoran, kondensasi, kotoran, atau kerusakan pada bagian tersebut.
Bersihkan area kontak yang dapat dijangkau menggunakan tisu. Hindari memasukkan logam ke konektor maupun saat membongkar komponen internal.
3. Memilih Cartridge Anti Leaking
Kalau cartridge kamu sudah sering bocor, coba beralih ke cartridge yang mempunyai fitur anti leaking atau ganti yang kondisinya sudah mulai rusak.
Cartridge yang masih bagus bisa mencegah liquid merembes ke area konektor dan sensor device. Jadi, pastikan kamu memilih cartridge yang berkualitas yang tidak gampang bocor untuk mengurangi risiko pod menyala sendiri.
4. Perhatikan Suhu Perangkat
Jika pod terasa sangat panas, mengeluarkan bau hangus, atau menunjukkan tanda kerusakan baterai, jangan dipakai, ya. Jauhkan perangkat dari bahan yang mudah terbakar dan ikuti panduan keselamatan produsen.
Apabila pod kembali firing sendiri, hentikan penggunaan dan minta bantuan layanan teknis. Jangan mengisi daya perangkat yang mengalami gangguan atau menunjukkan tanda kerusakan.
Kerugian Saat Pod Firing Sendiri
Pod firing sendiri bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga terdapat beberapa kerugian lain yang muncul. Berikut kerugian pod firing sendiri:
1. Liquid Lebih Cepat Habis
Saat coil aktif tanpa digunakan, liquid bisa tetap terpakai untuk menghasilkan uap. Akibatnya liquid jadi cepat habis meskipun kamu sedang tidak vaping. Inilah kerugian paling terasa saat podmu menyala sendiri.
2. Baterai Lebih Boros
Aktivasi yang tidak kamu sengaja membuat baterai pod mengeluarkan daya di luar penggunaan normal. Jika terjadi berulang kali, daya baterai bisa lebih cepat terkuras dan perangkat jadi kurang optimal.
3. Coil dan Komponen Lebih Cepat Rusak
Kerugian lain saat pod firing sendiri adalah coil dan komponen lain berisiko rusak lebih cepat. Bagaimana itu bisa terjadi? Coil yang terus menerima daya dapat mengalami panas berlebih. Kondisi ini membuat coil berpotensi cepat rusak dan mempengaruhi kualitas uap karena harus bekerja berlebihan.
Oleh karena itu, vapers perlu berhati-hati karena perkara pod aktif sendiri tidak hanya berdampak pada kerusakan device, tetapi juga liquid yang telah dihabiskan.
Risiko Pod Firing Sendiri Pada T28
Tahukan kamu? Pod T28 TRML menggunakan sistem auto-puff, sehingga kamu cukup menghisapnya tanpa perlu menekan tombol firing. Sistem ini membuat penggunaanya lebih praktis sekaligus mengurangi risiko aktivasi akibat tombol yang tidak sengaja tertekan saat menyimpan device di saku atau tas.
Karena tidak adanya tombol firing, risiko firing akibat tombol yang kegencet pada T28 sangat kecil. Menguntungkan bagi vapers bukan?
Jika T28 menghasilkan uap tanpa tarikan yang disengaja atau terasa panas secara tidak normal, maka hentikan penggunaan. Periksa perangkat sesuai panduan. Hindari membongkar perangkat sendiri, terutama jika terdapat kerusakan baterai.
Terimakasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat! Jika Vapers tertarik pada pembahasan ini, jangan lupa share dan terus ikuti artikel-artikel kami lainnya yang membahas seputar dunia vape!
Atasi semua permasalahan vaping dengan panduan berikut:


