Pernah nggak sih merasa ingin terus menghisap vape meskipun baru saja selesai puff? Kebiasaan ini disebut chain vaping.
Kondisi ini terjadi saat kamu terus nge-puff berulang-ulang dalam waktu yang berdekatan tanpa ada jeda. Walaupun bagi sebagian vapers sensasinya terasa nikmat, tetapi kebiasaan ini bisa berdampak pada performa device kamu, terutama coil.
Lalu, kenapa orang banyak yang suka melakukan chain vaping dan bagaimana cara menguranginya? Yuk, simak pada pembahasan berikut!
Apa Itu Chain Vaping?
Chain vaping adalah kebiasaan menghisap vape terus-menerus dalam waktu singkat tanpa jeda sama sekali. Misalnya, saat kamu baru saja menyelesaikan satu puff, tetapi beberapa detik kemudian langsung nge-puff lagi secara berulang.
Kebiasaan ini dapat membuat coil bekerja terus-menerus tanpa cukup waktu untuk mengalami pendinginan. Biasanya setelah satu puff selesai, kapas (wick) membutuhkan waktu untuk menyerap liquid sebelum digunakan lagi.
Jika jarak puff dilakukan terlalu berdekatan, proses penyerapan liquid bisa tertinggal dibandingkan jumlah liquid yang diuapkan. Akibatnya, kapas jadi lebih cepat kering dan coil berisiko mengalami overheating.
Kenapa Orang-Orang Suka Chain Vaping
Sebagian orang-orang suka chain vaping, penyebabnya adalah sebagai berikut:
1. Ketergantungan Nikotin
Nikotin adalah zat sifatnya adiktif. Jika liquid yang kamu gunakan tergolong rendah, otak secara otomatis akan meminta asupan lebih cepat. Akibatnya, kamu akan menghisap vape berkali-kali untuk memenuhi rasa lapar terhadap nikotin tersebut.
2. Ingin Menikmati Flavor Lebih Lama
Salah satu alasan yang cukup umum orang suka chain vaping adalah keinginan untuk menikmati rasa (flavor) liquid secara terus-menerus. Sebagian pengguna, chain vaping berulang kali adalah cara untuk mempertahankan rasa tersebut. Apalagi jika memakai liquid favorit. Padahal, jika digunakan terus menerus, rasa liquid akan berubah menjadi gosong.
3. Kebiasaan
Bagi sebagian orang, vaping sudah menjadi kebiasaan, terutama saat sedang santai, bekerja, atau berpikir keras. Kondisi ini akan membuat tangan refleks mengambil device setiap kali mulut terasa “nganggur” tanpa mereka sadari sudah seberapa sering menghisapnya.
4. Stress atau Bosan
Vaping seringkali digunakan untuk melampiaskan rasa stress atau bosan. Mereka berpikir bahwa vaping adalah aktivitas untuk menenangkan diri, atau mengatasi rasa bosan. Ketika stress atau bosan tidak mereda, maka secara otomatis pengguna akan terus menghisapnya.
5. Pengaruh Lingkungan Sosial
Kebiasaan ini biasanya terbentuk saat sedang berkumpul bersama komunitas atau nongkrong bersama teman-teman pengguna vape. Kegiatan sosial tersebut membuat durasi memegang device dan nge-puff jadi lebih panjang dari biasanya.
Bagaimana Chain Vaping Merusak Coil
Jadi, bagaimana chain vaping bisa mempengaruhi kondisi coil? Berikut alasannya:
a. Kapas Tidak Sempat Menyerap Liquid
Chain vaping bisa mengganggu penyerapan liquid pada kapas. Liquid yang digunakan bisa lebih cepat diuapkan dibandingkan kemampuan kapas menyerap liquid baru. Akibatnya, sebagian kapas mulai mengering dan tidak lagi mendapatkan suplai liquid yang cukup.
b. Suhu Coil Terus Meningkat
Normalnya, coil akan mengalami penurunan suhu ketika tombol fire dilepaskan. Tetapi, saat chain vaping, coil terus mengalami pemanasan dalam waktu yang berdekatan.
Jika suhu terlalu tinggi dan penyebaran liquid tidak cukup, kapas bisa mengalami overheating. Kondisi tersebut membuat rasa liquid berubah dan menghasilkan rasa gosong.
c. Memicu Burn Taste
Chain vaping juga menjadi salah satu penyebab burn taste. Penyebabnya karena kapas terlalu kering ketika coil mengalami pemanasan. Karena tidak mendapat cukup liquid, rasa yang dihasilkan akan tidak enak
d. Umur Coil Menjadi Lebih Pendek
Chain vaping dapat mempercepat umur pada coil. Kapas pada coil bisa mengalami penurunan performa dan residu liquid dapat menumpuk pada permukaan coil.
e. Coil Jadi Cepat Rusak
Ketika kamu chain vaping, kapas dalam coil tidak punya waktu yang cukup untuk menyerap liquid lagi. Hal tersebut membuat coil cepat rusak sehingga menyebabkan kapas kering. Kondisi ini akan lebih cepat membuat coil jadi cepat rusak.
Kerugian Chain Vaping
Beberapa kerugian yang bisa kamu rasakan saat chain vaping antara lain:
1. Liquid Jadi Cepat Habis
Semakin sering kamu nge puff, semakin banyak juga liquid yang kamu butuhkan agar mengeluarkan uap. Oleh karena itu, chain vaping bisa membuat isi tank liquid lebih cepat habis.
2. Device Cepat Panas
Penggunaan device terus menerus kana membuat bagian perangkat jadi cepat panas. Kondisi ini bisa terjadi ketika nge-puff kamu lakukan berulang kali dengan menggunakan daya yang tinggi. Device yang terlalu panas, lama-kelamaan akan membuat performa device kamu makin cepat menurun.
3. Dehidrasi dan Vapers Tongue
Cairan pada liquid mengandung Propylene Glycol (PG) dan Vegetable Glycerin (VG) yang dapat membuat tenggorokan jadi kering. Jika kamu biarkan, chain vaping akan menyebabkan vapers tongue. Efeknya, lidah akan mati rasa dan kamu akan kesulitan mengecap rasa liquid.
4. Coil Cepat Rusak
Kalau kamu selalu chain vaping, kapas dalam coil tidak akan punya waktu untuk menyerap liquid lagi. Kondisi ini menyebabkan kapas jadi kering dan coil akan mengalami kerusakan.
5. Overdosis Nikotin
Keseringan chain vaping dapat menyebabkan penyerapan nikotin lebih banyak dan menumpuk di tubuh. Chain vaping menyalurkan nikotin ke aliran darah lebih cepat dan dalam jumlah yang besar.
Jika ini terjadi, dampaknya bisa mempengaruhi kesehatanmu, seperti pusing, mual, hingga paling parah adalah kematian.
Tips Mengurangi Chain Vaping
Tak mau mengalami kerugian di atas ‘kan? Ikuti tips mengurangi chain vaping sebagai berikut:
1. Berikan jeda antar puff
Cara paling sederhana adalah memberikan jeda setelah puff. Jeda ini memberikan kesempatan bagi kapas untuk menyerap liquid lagi sekaligus membantu coil menurunkan suhunya.
2. Batasi frekuensi penggunaan
Selanjutnya, coba batasi frekuensi penggunaan vape. Jika biasanya nge puff setiap beberapa detik, mulai sekarang kurangi frekuensinya secara bertahap.
3. Ganti rasa
Tanpa kamu sadari, ketika kamu menyukai rasa liquid tersebut, maka kamu akan selalu nge puff tanpa henti. Untuk menghindarinya, sebaiknya rutin ganti rasa liquid agar membuat kamu mengurangi chain vaping.
4. Mindful vaping
Terakhir, cukup sadari kebiasaan vaping dan alasan kamu vaping. Apakah kebiasaan chain vaping kamu benar-benar kecanduan atau sekedar keinginan sesaat.
Mulai sekarang, belajar kapan harus berhenti dan mengontrol diri agar cara vaping kamu lebih seimbang.
Chain vaping merupakan kebiasaan nge puff berulang kali tanpa adanya jeda. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini dapat merusak coil dan juga kesehatanmu loh Vapers!
Untuk itu, sebaiknya vaping sewajarnya saja. Kamu cukup nge puff secara santai dan juga memberi jeda agar tidak chain vaping.
Terimakasih telah membaca artikel ini. Jangan lupa share dan terus ikuti artikel-artikel kami lainnya yang membahas seputar dunia vape!
Artikel terkait vaping:


