Dry Burn Vape: Definisi, Alasan & Cara Melakukannya

gambar dry burn vape trml

Dry burn vape merupakan salah satu teknik perawatan coil yang sering dilakukan oleh pengguna atomizer rebuildable, untuk menjaga kualitas rasa tetap optimal. Namun, seiring intensitas penggunaan, sisa liquid akan menempel pada coil sehingga memicu kerak.

Untuk mengatasi hal tersebut, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu metode perawatan untuk menjaga flavour tetap stand out  yaitu “dry burn vape”.

Metode ini dilakukan dengan cara memanaskan kawat tanpa kapas untuk membersihkan sisa-sisa liquid yang mengerak. Cara ini dikenal cukup praktis karena tidak membutuhkan biaya yang mahal untuk melakukannya.

Namun, jika salah langkah, dapat merusak coil dan mengganggu kesehatan tubuh. Agar tidak keliru, simak artikel ini sampai tuntas untuk memahami lebih dalam tentang teknik dry burn vape secara mendalam!

Apa itu dry burn pada vape?

Dry burn vape adalah salah satu teknik membersihkan coil dari sisa-sisa liquid yang mengerak. Melakukan metode ini adalah dengan cara memanaskan coil tanpa liquid, sehingga kotoran yang menempel bisa hilang dan performa coil kembali seperti semula.

Teknik ini umumnya hanya pada atomizer jenis rebuildable seperti RDA, RTA atau RDTA. Sebab, pada jenis tersebut pengguna dapat melepas atau memasang coil sendiri secara manual.

Melakukan dry burn secara berkala merupakan cara yang efektif. Agar kualitas rasa tetap terjaga, dan memperpanjang usia coil.

Mengapa dry burn itu penting?

Metode dry burn penting karena memiliki beberapa fungsi tidak hanya untuk memperpanjang usia coil, tapi juga menjaga performa flavour. Berikut ini beberapa alasan pentingnya melakukan metode dry burn, antara lain:

Pembersihan

Metode dry burn vape dapat membantu untuk membersihkan residu atau kotoran-kotoran yang menempel pada coil. Seiring pemakaiannya, liquid akan mengendap pada coil dan menyisakan kerak yang dapat mempengaruhi kualitas rasa.

Jadi, dengan membakar coil saat kering, dapat membakar residu atau menghilangkan sisa-sisa liquid yang mengerak, sehingga performa coil kembali seperti semula.

Menjaga Performa Rasa

Dengan melakukan pembersihan coil secara berkala, dapat membantu untuk menjaga kualitas rasa liquid yang lebih murni. Karena, coil yang bersih mampu memberikan distribusi panas yang lebih baik.

Ketika coil tertutup oleh kerak, hal ini dapat menghambat pemanasan pada liquid. Sehingga, rasa yang keluar menjadi hambar, kacau, bahkan meninggalkan aftertaste gosong.

Memperpanjang Usia Coil

Sisa liquid yang menempel terlalu lama dapat memicu bakteri dan kotoran. Dengan melakukan metode dry burn, dapat menjaga device kamu dan menjadikannya lebih higienis.

Coil yang bersih mampu memberikan performa yang stabil dan maksimal. Dengan menjaga kebersihan coil dan melakukan metode dry burn vape dapat membantu kamu untuk mencegah kerusakan, memperpanjang usia coil, dan menghemat biaya pengeluaran.

Cara dry burn coil

Melakukan dry burn pada coil tidak bisa sembarangan. Jadi, agar tidak salah langkah ikutilah panduan berikut ini:

  • Lepaskan kapas lama: Sebelum melakukan dry burn pastikan kamu membuang kapas lama (wicking), agar elemen panas terlihat sepebuhnya.
  • Bersihkan sisa liquid yang ada di deck: Gunakan tisu atau kapas kering untuk mengelap sisa-sisa liquid. Hal ini penting, untuk mencegah liquid terbakar dan menimbulkan asap hitam.
  • Gunakan watt rendah: Turunkan watt mod kamu ke angka yang rendah. Idealnya sekitar 15 watt hingga 25 watt. Watt yang rendah akan menjaga coil tidak terlalu panas.
  • Lakukan firing secara putus-putus: Jangan menekan tombol firing secara terus menerus. Perhatikan kerak di kawat yang secara perlahan akan rontok sendirinya.
  • Perhatikan kumparan dengan seksama: Pastikan kumparan kawat memanas dengan merata dari bagian luar ke tengah..
  • Ulangi jika perlu: Lakukan lagi dari awal: Ulangi seperlunya hingga coil bersih.
  • Bersihkan sisa abu kawat: Setelah coil bersih matikan tombol firing, tunggu hingga dingin untuk membersihkan sisa-sisa kotoran dengan sikat atau mencelupkannya ke air bersih secara perlahan.
  • Keringkan dan pasang kapas baru: Jika membersihkan dengan mencelupkannya ke air, lakukan firing lagi dengan watt rendah untuk menghilangkan sisa air yang menempel. Jika kawat sudah kembali bersih kemudian pasang kapas untuk menikmati sensasi vaping baru.

Apakah dry burn berbahaya?

Metode dry burn vape bisa berbahaya jika prosesnya keliru. Seperti contoh, melakukan dry burn dengan watt yang terlalu tinggi dapat membuat coil menjadi terlalu panas. Sehingga dapat memicu rasa gosong bahkan kerusakan pada coil.

Sebagian material dalam coil vape menggunakan bahan seperti nikel dan titanium jika terbakar kering dapat menimbulkan asap beracun. Yang berarti saat terhirup berpotensi mengganggu kesehatan paru-paru, hingga memicu alergi seperti ruam kulit, dan gatal-gatal.

Agar tetap aman, pastikan kamu selalu menggunakan watt rendah di kisaran 10-15 watt, dan lakukan firing secara putus-putus. Sampai kawat panas dan keraknya melunak. Hindari membiarkan kawat menyala sampai merah merona atau putih berpijar.

Jika sudah dibersihkan, dan warna kawat berubah menjadi kusan kelabu atau rasanya tetap hambar. Jangan lakukan metode dry burn lagi, itu tandanya logam sudah tedegradasi dan coil wajib diganti yang baru.

Baca juga: Cara Membersihkan Pod Vape: Panduan Lengkap Untuk Pemula

Kesimpulan

Dry burn vape menjadi salah satu metode yang penting dalam vaping untuk menjaga kestabilan rasa dan performa. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa melakukan dry burn vape secara berkala, tanpa perlu khawatir salah langkah.

Yuk, jangan malas menjaga kebersihan device kamu! Selain menjaga kualitas rasa, kamu juga bisa menghemat budget agar tidak terlalu sering mengganti coil.

Jangan ragu untuk share artikel ini ke teman-teman vapers kamu, agar tidak salah langkah saat melakukan dry burn vape.

– Thank You –

Registrasi Berhasil!

Kamu bisa mengikuti event lelang TRML T99 Mirror Flake! Silahkan merapat kembali di booth TRML @Vape Fest – G1 pada jam 18:00 WIB

Screenshot tampilan ini sebagai bukti telah melakukan registrasi.

COME BACK LATER!

Maaf, kami belum mengizinkan anda mengunjungi website kami karena belum cukup umur. Silahkan kembali lagi jika sudah 21+ ya!