Pada era sekarang, menentukan perangkat vape seperti Pod, Mod dan AIO merupakan hal yang cukup penting, khususnya pada sensasi vaping yang dihasilkan. Hal ini juga menyesuaikan kebutuhan masing-masing pengguna.
Mereka yang berpengalaman kebanyakan memilih perangkat Mod karena terkenal cukup kompleks. Dan bagi pengguna yang baru beralih dari rokok konvensional memilih Pod karena sensasinya lebih mirip dengan rokok.
Kedua device ini pasti sudah familiar buat kaum vapers. Tapi, sebagian pengguna masih asing dengan AIO Vape. perangkat vape yang terkenal praktis saat dipakai, dengan performa yang maksimal.
Kalau kamu juga baru dengar tentang perangkat ini, chill aja, artikel ini akan memberikan informasi tentang AIO Vape, supaya kamu punya banyak pilihan device untuk daily vaping kamu. Simak sampai tuntas ya!
Apa Itu AIO Vape?
AIO adalah singkatan dari “all-in-one”, perangkat ini merupakan kombinasi dari vape Pod dan Mod. Lebih sederhana dari Mod dan lebih fleksibel dari Pod. AIO Vape terkenal dengan kepraktisan dan fleksibilitasnya.
Perangkat ini menggabungkan semua komponen penting menjadi satu, mulai dari baterai chip, coil, hingga cartridge. Tidak seperti Mod tradisional yang butuh merakit beberapa komponen.
AIO Vape menjadi populer karena memudahkan pengguna dalam pemakaiannya. Device ini cocok untuk pemula yang mau upgrade dari Pod tanpa ribet.
Perbedaan AIO, Mod, dan Pod
AIO, Mod, dan Pod adalah jenis device vape yang sangat popular bagi kalangan vapers. Supaya tidak salah pilih device, kamu perlu mengetahui perbedaan antara perangkat AIO, Mod, dan Pod, antara lain:
Perangkat AIO Vape
Dikenal sebagai perangkat penengah antara Mod Vape dan Pod Vape. Dengan menggabungkan semua komponen dalam satu unit. Memiliki ukuran yang lebih besar dari Pod dan lebih kecil dari Mod.
Lebih customizable daripada Pod, memiliki opsi setelan wattage dan airflow sederhana. Dengan kapasitas baterai dan harga yang bervariasi. Bisa menggunakan berbagai jenis liquid baik saltnic, hybrid atau pods friendly, dan freebase.
Perangkat Mod Vape
Memiliki ukuran yang lebih besar daripada perangkat yang lain. Menawarkan lebih banyak fitur dan pengaturan sehingga device ini dirancang untuk memberikan pengalaman vaping yang bisa disesuaikan.
Perangkat Mod Vape memiliki dua jenis yaitu Mechanical Mod dan Electrical Mod. Yang umumnya menggunakan liquid freebase, dengan tekstur sangat kental, sehingga cocok dengan karakter Mod yang bertenaga besar.
Perangkat Pod Vape
Terkenal sebagai yang praktis dan low profile, sederhana dalam penggunaanya. Pod adalah evolusi dari rokok elektrik yang lebih ringkas. Dirancang untuk penggunaan yang lebih simpel tanpa pengaturan yang rumit.
Tersedia dalam dua tipe, yaitu bisa diisi ulang dan tidak bisa diisi ulang. Liquid yang bergandengan dengan Pod vape yaitu liquid berbasis salt nicotine atau liquid hybrid. Dengan dosis nikotin yang sesuai dengan Pod vape.
Kelebihan AIO Vape
Beberapa kelebihan dari AIO Vape yaitu:
- Desain Ringkas
Memiliki ukuran yang pas, yaitu antara Mod dan Pod. AIO lebih ringkas dan tidak seberat Mod, namun tenaganya lebih besar dari Pod. Menjadi solusi anti ribet yang malas merawat Mod, tapi ingin merasakan sensasi rasa yang padat dan uap yang banyak. - Performa Stabil
Meskipun lebih kecil dari Mod, perangkat ini memiliki performa yang stabil berkat adanya dukungan chipset pintar di dalamnya. AIO mampu menjaga aliran daya dari baterai ke koil tetap konsisten. Sehingga, rasa dan ketebalan uap tidak akan drop. - Ramah untuk Penggunaan Harian
Ramah untuk penggunaan harian karena pengguna tidak perlu meneteskan liquid berulang kali seperti pada Mod. AIO memiliki tank yang bisa menampung liquid lebih banyak, jadi minim pengisian ulang.
Kekurangan AIO Vape
Selain menawarkan performa yang stabil AIO Vape juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu:
- Boros Baterai
Memiliki AIO sama dengan memiliki Mod single battery yang notabene daya baterainya lebih sedikit. Jika pengguna ingin penggunaan yang lebih panjang, maka harus menyediakan baterai lebih dari satu agar bisa digunakan secara bergantian. - Bisa Jadi Ribet Jika Memilih Opsi RBA
AIO memang menawarkan opsi plug-and-play. Namun, jika pengguna ingin mengeksplorasi rasa menggunakan RBA, mereka harus belajar melilit kawat sendiri secara manual. - Masalah dengan Tank
Beberapa AIO vape bisa jadi memiliki masalah dengan sistem tank yang tidak tahan dengan tekanan, sehingga liquid bisa bocor.
Siapa yang Cocok Menggunakan AIO Vape
AIO vape adalah pilihan yang pas dan cocok untuk kategori pengguna:
- Pemula yang males ribet, tapi pengen uap tebal, meskipun terkenal lebih praktis dari Mod vape. AIO mampu menghasilkan uap yang cukup tebal.
- Pemula yang ingin sambil belajar building, kalau kamu orang yang suka kepo, kamu bisa menggunakan AIO, karena memiliki opsi deck RBA. kamu bisa menggunakan koil pabrikan dulu, setelah itu kamu bisa belajar melilit kawat dan memasang kapas sendiri.
- Pengguna yang baru beralih dari rokok, AIO menawarkan vaping yang lebih nendang daripada rokok tembakau. Sehingga cocok untuk kamu yang baru beralih dari rokok ke dunia vape.
- Mantan pengguna Pod yang ingin naik kelas, kalau kamu bosan dengan Pod system yang uapnya tipis, tapi belum siap beralih ke Mod, AIO vape menjadi pilihan yang tepat.
- Mencari keseimbangan antara performa dan kepraktisan, AIO ini cocok untuk kamu yang mobilitasnya tinggi tapi tetap peduli dengan kualitas rasa.
Baca juga: Cara Memilih Vape Untuk Pemula: Tips BIar Gak Nyesel!
Penutup
Sebelum memilih perangkat, pastikan kamu mengetahui device seperti apa yang kamu cari. Sesuaikan dengan kebutuhan, supaya sensasi vaping kamu tetap asik.
Kalau kamu mencari perangkat dengan desain yang praktis. Namun, tidak ingin kehilangan kepulan asap yang tebal, AIO vape menjadi pilihan yang tepat buat kamu.
Jangan ragu untuk share, jika artikel ini relate buat kamu atau orang-orang sekitar kamu. Supaya mereka dapat mempertimbangkan dengan matang sebelum mengganti device.



